Jumat, 11 November 2011

Kenapa aku nungguin yaaa??? hmmm..

Bandung, 11 November 2011

Hehe.. kadang aku geli sendiri. aku kenapa ya???
aku terbiasa berdua sama boss ku tapi sekarang boss ku pergi dan sekarang belum dateng, anehnya kenapa kok aku nungguin ya?? padahal bisa aja kan dia langsung pulang ke rumah nggak balik ke kantor lagi. hahahaha.. aneh banget sih aku hari ini, pikiran aku juga kacau banget!!! rasanya pengen cuci otak dulu deh, biar pikiran2 yang kotor2 pada hilang. :p
Terus kenapa juga tadi ada cso yang nyariin dia, aku jadi nggak suka. hihihihi..
bener2 strange day deh!
Haduh, ya Tuhan jangan sampe deh, ada acara naksir-naksiran segala.. >.<
Untung aja minggu depan aku udah di mutasi ke kantor cabang lain, jadi frekuensi ketemunya jarang. :p

Haduh.. haduh.. haduh.. nggak sabar nungguin minggu depan! >.<


Rabu, 09 November 2011

Berbohong itu rasanya.. arrrrggghhhh! OH NO!!!

Huffftttttttttttttttt...
Hari ini aku hmmm.. bener-bener merasa nggak enak hati, nggak enak body, nggak enak semuanya deh!
sebenarnya aku tidak melakukan kesalahan tapi aku cuma menunda sebuah penjelasan yang sebenarnya tidak terlalu menyelesaikan masalah juga.
Tapi, tetap aja rasanya sangat tidak enak. Sebelumnya biar jelas aku mau cerita, di kantor aku nemu uang kurang lebih 701.500 rupiah, sudah aku mencari-cari tapi aku nggak nemu uang apa itu. akhirnya uang itu aku simpan dalam amplop dan di lem. aku bawa pulang amplop itu karena aku nggak ketemu sama partner kerja yang lain, keesokan harinya aku mendengar kabar bahwa kantor kekurangan uang sebanyak 1.075.000 sontak aku kaget, kemana perginya uang sebanyak itu?? tak lama aku menyadari kemaren ada kelebihan uang tapi tidak sebanyak itu, tapi aku tidak langsung menjelaskan bahwa aku menemukan uang. Sore harinya sekali lagi aku hanya berdua dengan bossku, aku benar2 merasa serba salah dan tidak enak hati, akhirnya aku mengatakan semuany dengan sejujur-jujurnya, seandainya mau boss ku itu bisa saja mencurigai aku akan memakan uang itu, OH Tuhan, tapi ternyata tidak! Beliau hanya tersenyum saja..
Ya Ampun, betapa leganya hati ini.

Dalam hati aku berjanji tidak akan menunda penjelasan lagi.. *

*Kecuali kepepet (hihihi.. :p)

Selasa, 08 November 2011

Oh My Cool Boss! :p

Bandung, 8 November 2011

Hahahahahahhahahhahhaaaaaaahahahaha.....
Lucu banget gak kuat pangen ketawa, kejadian tadi bikin aku senyum2 sendiri. hehe
Ternyata boss aku punya pemikiran yang sama kayak aku. My Boss juga ternyata memperhatikan sekelilngnya, dan apa yang beliau rasakan sama dengan apa yang aku rasakan. MUAK!!!!
Muak dengan segala kegiatan para penjilat di kantor ini. :p
Hari ini bos aku pulang terlambat karena hujan diluar gede banget, akhirnya kita ngobrol2 berdua di ruangan ini, beliau menceritakan segala permasalahan yang sedang dihadapi di kantor, beliau merasa tak dianggap di tempat ini. karena ada satu orang (yang selanjutnya kita sebut saja Mr.X) yang sok berkuasa di tempat ini dan membuat berbagai macam aturan yang sebenarnya tidak harus begitu, beliau muak dengan owner yang sering marah2 nggak jelas hanya karena masalah sepele, Beliau menginginkan jika suatu masalah bisa diselesaikan dibawah kenapa harus dibawa ke atas kan kesannya lebay gitu! Hari ini akhirnya setelah sekian lama aku pendam  perasaanku, malam ini akhirnya aku bisa mengungkapkannya juga dihadapan bossku bahwa aku sangat.. sangat.. sangat nggak betah kerja disini dan aku ingin sekali pindah ke cabang yang lain yang jauh.. jauh.. jauh.. sekali dari hiruk-pikuk keruwetan yang disebabkan oleh pimipinan2 yang tidak qualified.
harapanku untuk hari ini, aku berharap beliau bisa terus menjadi boss aku yang kereeeeeeeeeenn!!
keren dalam menangani setiap masalah, keren dalam mengambil keputusan, keren dalam menganalisis segala masalah, keren dalam menemukan akar permasalahan, keren dalam memberikan solusi, tapi cuma satu yang gak keren tampilannya jauuuuuuuuuuuuh sekali dari keren. hihihihi.. "I'm sorry, bozz! :p"

"Akhirnya aku menemukan satu alasan kenapa harus bertahan disini, Because you're my cool boss! hehehe..


Senin, 31 Oktober 2011

Tuhan, aku ingin bicara..

Bandung, 31 Oktober 2011

Seandainya aku boleh memilih, aku ingin tetap menjadi anak kecil. Mereka bisa dengan mudah bergembira dan merasa senang dengan hal-hal yang mungkin di mata orang dewasa itu bukan hal yang penting dan sangat sepele. Mereka mudah sekali melupakan masalahnya dan menikmati permainan2 mereka. Tak pernah ada yang bisa memaksa mereka untuk melakukan hal-hal yang mereka tidak sukai. Mereka dengan bebas bisa mengekspresikan kegembiraan, kemarahan, dan kekesalan mereka. Mereka bisa dengan bebas menangis dan berteriak-teriak sesuka hati mereka dan melakukan apa yang mereka sukai tanpa takut akan pertanggungjawaban.

Tapi, sayang sekali semuanya hanya "seandainya" sebuah kata yang sangat jauh dari kenyataan. Sebuah takdir yang tak terelakan adalah menjadi dewasa. Mau tidak mau, suka tidak suka seiring bertambahnya usia kehidupan ini menuntut banyak sekali pertanggungjawaban dan menuntut paksa untuk bersikap dewasa. Menuntut keteguhan mental dan pendirian, menuntut untuk tegar dan terus bertahan dalam badai ujian kehidupan meski nyawa hampir melayang. Menuntut pengertian dan toleransi serta kesabaran yang sangat luar biasa. Menuntut kesanggupan meski kadang merasa tak sanggup...

Tuhan, saat ini aku ingin bicara empat mata denganMu... banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepadaMu.
Tuhan, apakah benar aku telah dewasa?
Tuhan, mereka bilang aku sudah dewasa, sejak mereka bilang begitu, mereka tak lagi memperhatikan apa yang aku rasakan, apa yang aku pikirkan atau apa yang aku lakukan. Tuhan, kuharap Engkau mau mendengarkan segala keluhanku, saat ini aku benar2 merasa tertekan, aku merasa sendirian, merasa sakit hati dan rasanya tidak ada yang peduli denganku, yang mereka pikirkan mungkin hanya target dan target mereka bilang target ada HARGA DIRI dan akan sangat memalukan jika target tak terpenuhi. Mereka bilang aku harus berpikir seperti itu. Tuhan, aku merasa lelah, tapi aku malu mengakuinya, aku merasa sedih tapi aku malu mengakuinya, aku merasa tersiksa, tapi aku malu mengakuinya, aku bingung tapi aku malu mengakuinya, aku malu mengakui segala keterbatasanku, aku malu mengakui semuanya karena aku hidup dengan orang2 yang cenderung perfeksionis dan sulit mentoleransi kekurangan. Itulah yang aku rasakan, jika mereka bertanya apa yang aku inginkan aku sulit mempunyai keinginan, entah kenapa segala keinginanku bertabrakan dengan kewajibanku.

Tuhan, tolonglah aku..
Aku ingin tau sampai kapan aku harus merasa seperti ini??
Doaku di hari terakhir bulan kelahiranku ini, buatlah aku bisa menikmati hidupku yang sekarang ini seperti aku bisa menikmati masa kecilku dulu.. aamiin..