Rabu, 12 Desember 2012

Missing You..

Hi there..


Actually, i really want to meet him once again for today. I just wanna see his face. that's all. I don't know why, i really miss him. Whereas, i have just met  him this morning. Well, i think it's really really something stupid! I just can keep my feeling inside without confession Oh God! What should i do???

Kamis, 06 Desember 2012

Begitu banyak tugas dan kerja yang menjadi alasan buat sebagian orang untuk bilang "Saya sibuk, tolong jangan ganggu saya!" begitu banyak rencana yang berkecamuk di dalam pikiran yang saling berebut untuk segera direalisasikan, terkadang waktu yang diberikan Tuhan 24 jam dalam sehari terasa kurang, seandainya kloning manusia dihalalkan, ingin rasanya mengkloning diri sendiri supaya bisa menyelesaikan tugas yang banyak itu dengan cepat. hehe..
Ditengah kesibukan itu, ada saatnya kita membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak untuk berpikir dan melihat kebelakang, apa saja yang telah kita lakukan, rencana apa saja yang telah terealisasi dan mana saja yang belum terealisasi..

Rabu, 05 Desember 2012

Mengapa Orang Yahudi Rata-rata Pintar ?

TANPA bermaksud untuk menonjolkan apalagi mengidolakan orang Israel dan atau orang Yahudi, artikel ini ditulis untuk melihat “sisi lain” dari kebiasaan orang yahudi yang mungkin informasi ini sangat berguna bagi kita untuk sekedar menambah wawasan, motivasi atau mungkin instropeksi diri. Informasi hasil ini hasil dari terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :Ternyata, bila seorang Yahudi hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya.

Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu! Mereka memiliki Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan.

Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan.

Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion“.Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir !Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia.

Di sini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat. hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”. [sa/islampos/berbagicahaya/berbagaisumber]

Sabtu, 01 Desember 2012

Mengapa yang dihancurkan Yahudi Pertama Kali adalah WANITA ?

"Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.”

UCAPAN diatas dilontarkan oleh Muhammad Quthb, dalam sebuah ceramahnya puluhan tahun silam. Muhammad Quthb adalah ulama Mesir yang concern terhadap pendidikan Islam sekaligus pemikir ulung abad 20. Ia tidak hanya dikenal sebagai aktivis yang gencar melakukan perlawanan terhadap rezim Imperialisme Mesir, namun juga cendekiawan yang terkenal luas ilmunya.

Beberapa bukunya pun telah beredar di Timur Tengah dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa yang diantaranya adalah Shubuhāt Hawla al-Islām (literally “Misconceptions about Islam”). Hal nahnu Muslimūn (Are we Muslims?). Al-Insān bayna al-māddīyah wa-al-Islām. (Man between the Material World and Islam). Islam and the Crisis of the Modern World dan masih banyak lagi. Maka tak heran, lepas dari penjara ia pun mendapatkan gelar Profesor Kajian Islam di Arab Saudi.

Muhammad Quthb menekankan bagaimana pentingnya peran yang dimiliki seorang ibu dalam Islam. Ibu tidak saja adalah pihak yang dekat secara emosional kepada seorang anak, tapi ia juga memiliki pengaruh besar terhadap masa depan akhlak dari generasi yang dilahirkannya. Menurut Muhammad Quthb anak yang pada kemudian hari mendapatkan ujian berupa kehancuran moral akan bisa diatasi, asal sang anak pernah mendapatkan pengasuhan ibu yang solehah. Pendidikan Islami yang terinternalisasi dengan baik, akan membuat sang anak lekas bangkit dari keterpurukannya mengingat petuah-petuah rabbani yang pernah terekam dalam memorinya.

Sebaliknya, ayah yang memiliki istri yang sudah rusak dari awalnya, maka ia pun hanya akan melahirkan sebuah keturunan yang memiliki kepribadian persis dengan wanita yang dipinangnya. Sifat alami anak yang banyak mengimitasi perilaku sang ibu akan membuka peluang transferisasi sifat alami ibu kepada anaknya. Maka kerusakan anak akan amat tergantung dari kerusakan ibu yang mendidiknya. Oleh karena itu, dalam bukunya Ma’rakah At Taqaaliid, Muhammad Quthb mengemukakan alasan mengapa Islam mengatur konsep pendidikan yang terkait dengan arti kehadiran ibu dalam keluarga. Ia menulis:

“Dalam anggapan Islam, wanita bukanlah sekadar sarana untuk melahirkan, mengasuh, dan menyusui. Kalau hanya sekedar begitu, Islam tidak perlu bersusah payah mendidik, mengajar, menguatkan iman, dan menyediakan jaminan hidup, jaminan hukum dan segala soal psikologis untuk menguatkan keberadaannya… Kami katakan mengapa ‘mendidik’, bukan sekedar melahirkan, membela dan menyusui yang setiap kucing dan sapi subur pun mampu melakukannya.”

Nah, konsep inilah yang tidak terjadi di Negara Barat. Barat mengalami kehancuran total pada sisi masyarakatnya karena bermula dari kehancuran moral yang menimpa wanitanya. Wanita-wanita Barat hanya dikonsep untuk mendefinisikan arti kepribadian dalam pengertian yang sangat primitif, yakni tidak lain konsep pemenuhan biologis semata. Dosen dan pelacur bisa jadi sama kedudukannya mirip dengan perkataan Sumanto Al Qurtubhy, kader Liberal didikan Kanada yang berujar, “Lho, apa bedanya dosen dengan pelacur? Kalau dosen mencari nafkah dengan kepintarannya, maka pelacur mencari makan dengan tubuhnya.”

Qurthuby hanyalah muqollid (pengikut) dari Sigmund Freud, psikolog kenamaan asal Austria yang membumikan konsep psikoanalisis. Ia mengatakan ketika dorongan seksual sudah menggelora dalam diri pria maupun wanita, maka sudah selayaknya mereka tuntaskan lewat jalan perzinahan, tanpa harus melalui alur pernikahan. Maka itu Freud menuding orang yang senantiasa menjaga akhlaknya rentan terserang gangguan psikologis seperti neurosis.

Kini Freud memang telah mati, namun gagasan itu membekas dalam pribadi orang Barat. Jika anda kerap menyaksikan berita Olahraga, pembawa acara sering memberitakan bahwa salah seorang pemain sepakbola di Inggris telah memiliki anak dari pacarnya, ya pacar dan bukan istri. Karena konsep pernikahan sudah mendebu di benua biru.

Pasca kematian Freud, muncul banyak pengganti yang tidak lebih ekstrem, salah satunya Lawrence Kohlberg. Ia adalah pengusung metode pendidikan Karakter. Metode ini sudah gagal di Barat dan sekarang diimpor ke negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia. Wajah pendidikan Karakter terlihat manis. Ia mentitah agar para siswa berperilaku jujur dan memegang komitmen. Namun ia tidak memliki dasar agama, jika seorang remaja memilih untuk hidup tanpa tuhan, tidak menjadi persoalan dalam pendidikan karakter, asal itu dapat dipertanggungjawabkan.

Begitu pula masalah hubungan seks. Bagi Kohlbergian, kita tidak boleh menyalahkan seorang anak perempuan yang hamil di luar nikah, sebab masalah baik atau buruk menjadirelative. Pendidikan Karakter pun tidak boleh menghakiminya, karena anak akan jatuh salah jika ia tidak bisa mempertanggungjawabkan hubungan seksnya. Jadi jika remaja perempuan hamil masih bisa terbebas dari dosa, asal ia siap menjadi ibu. Urusan benar atau salah tergantung tanggung jawab, bukan agama. Maka tak heran, ketika Lawrence Kohlberg lebih memilih bunuh diri dengan menyelam di laut yang dingin pun disambut gembira oleh masyarakat Barat. Alasannya bisa membuat kita sebagai umat muslim tertawa: Kohlberg telah memilih jalan yang memang ia kehendaki.

Kita kembali lagi ke masalah perempuan. Kehidupan Barat yang bebas sejatinya diawali dari kehendak dari kalangan wanita untuk hidup bebas dan meredeka sesukanya. M. Thalib, cendekiawan muslim yang telah menulis puluhan buku tentang pendidikan Islam juga menekankan bagaimana proyek Zionis dibalik wacana pembebasan wanita di Barat. Menurutnya kaum Yahudi memiliki peran kuat dibalik slogan Liberty, Egality dan Fraiternity (kebebasan, persamaan dan persaudaraan) kepada bangsa Perancis.

Hal ini dipropagandakan oleh Zionis dan disebarkan ke penjuru dunia hingga kita bisa merasakan apa yang disebut Hak Asasi Manusia dan Feminisme pada saat ini.

Dalam bukunya, “Pergaulan Bebas, Prostitusi, dan Wanita”, M. Thalib menulis,

“Slogan-slogan inilah yang membuat orang-orang bodoh turut serta mengulang-ulanginya di seluruh penjuru dunia di kemudian hari, tanpa berfikir dan memakai akalnya lagi.”

Mungkin terasa ganjil bagi kita, mengapa Yahudi sebagai bangsa yang pongah begitu takut dengan perempuan? Jawabannya sederhana: membiarkan seorang wanita tumbuh menjadi solihah adalah alamat “kiamat” bagi mereka. Jika seorang ibu yang solehah mengasuh 5 anak muslim di keluarganya untuk tumbuh menjadi generasi mujahid. Kita bisa hitung berapa banyak generasi yang bisa dihasilkan dari 800 juta perempuan muslim saat ini?

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasul Allah (Rasulullah), “Siapakah manusia di muka Bumi ini yang harus diperlakukan dengan cara yang paling baik ?”. Rasul menjawab, “Ibumu”. “Setelah itu siapa lagi ya Rasul”. Sekali lagi Rasul menjawab, “Ibumu”. Sahabat bertanya kembali, “Kemudian siapa?”. Lagi-lagi Rasul menjawab “Ibumu, baru Ayahmu”. [Shahih, Diriwayatkan oleh Imam Bukhari). [pizaro/islampos]

Senin, 26 November 2012

The Fears of Moslem

Menurut Ustman bin Affan ada enam ketakutan  dalam diri seorang mukmin. "Bagi orang mukmin ada enam macam hal takut yang membayang-bayangi dirinya." demikian ujarnya.

Pertama, takut jika Allah mencabut iman dari dirinya.

Kedua, takut kepada malaikat pencatat kalau2 mereka mencatat segala sesuatu kejelekan yang memalukannya pada hari kiamat.


Ketiga, takut syetan akan membatalkan (merusak) amal-amalnya.

Keempat, takut kepada malaikat maut yang akan merenggut nyawanya secara mendadak dalam keadaan dirinya lalai.

Kelima, takut kepada dunia yang dapat memperdaya dan menyibukkan dirinya sehingga akhirnya melalaikan akhirat.

Keenam, takut kepada anak, istri dan keluarga yang menyebabkan dirinya sibuk mengurusi mereka dan melupakan dzikir kepada Allah SWT.

Rabu, 21 November 2012

I Love Rain.. ^^

Hujan, aku suka hujan. tapi nggak suka hujan-hujanan. hehe..
aku suka memandangi hujan turun di jendela kaca di samping meja kerjaku..
entah kenapa suara hujan membuat suasana menjadi tenang, seolah membawa kejernihan di pikiran. Memandangi hujan membuatku sejenak melihat kebelakang, mengenang dan berpikir apa yang telah terjadi padaku dan apa yang telah aku lakukan..

I Love Rain.. ^^


Sabtu, 15 September 2012

Fall for You..

Tuhan..
Aku akui, saat ini aku benar-benar telah jatuh cinta sama si boss :(
Jujur, sekarang aku sedang menghindari berhubungan dengannya, sebisa mungkin aku mengurangi pertemuan dengannya, sebisa mungkin aku tak mengobrol dengannya. aku benar-benar takut ya Tuhan, aku takut perasaanku padanya semakin bertambah saja, akhir-akhir ini aku sering mimpi tentang dia, bayangannya selalu ada disetiap malamku. aku capek ya Tuhan, Aku mohon padaMu, sekuat apapun aku menginginkannya, janganlah Kau mewujudkannya, sebesar apapun aku merindukannya, kumohon jangan pertemukan aku dengannya, Sekuat apapun keinginanku untuk bersamanya, aku mohon jauhkan aku sejauh-jauhnya dari dia,

Tuhan, buatlah aku sakit hati dan kecewa untuk urusan ini, buatlah dia meninggalkanku dengan cara yang paling menyakitkan hati, aku mohon padaMu Tuhan aku benar2 tak ingin membagi hati..

Selasa, 04 September 2012

Cepat atau Lambat pasti akan Kecewa dan Sakit Hati..

Hmmm...
Masalah perasaan memang kadang tak bisa dipaksakan, juga tak bisa diperjuangkan jika kita menyadari ada sebuah kesalahan di dalamnya. Aku, mungkin bisa dibilang dalam kasus ini akulah yang menjadi pemeran utamanya. Aku adalah seseorang yang mudah sekali jatuh cinta, karena kesadaran itulah aku telah memilih jalan hidupku sendiri, aku telah berjanji selama hidupk yang aku cintai dan yang aku perjuangkan hanyalah keselamatanku di akhirat kelak. Begitu banyak peringatan yang aku dapatkan, yang aku dengar tentang pedihnya siksa kubur, beratnya penghisaban dan sadisnya siksaan neraka, juga tentang keindahan surga dan kecintaan-kecintaan sempurna melebihi dunia ini yang bisa didapatkan disana.

Dan sudah sangat aku ketahui dan bahkan aku sadari sesadar-sadarnya, jika suatu saat aku jatuh cinta pada lelaki penghuni bumi diluar ikatan Tuhan, maka cepat atau lambat aku pasti akan merasakan kecewa dan patah hati karena cinta. Lelaki itu pasti akan meninggalkan aku dalam keadaan hati yang paling mengenaskan, cepat atau lambat dia akan meninggalkanku dengan gadis lain. Aku hanya bisa menangis di dalam hati menyaksikan itu. Memejamkan mata dan merasakan ada kehangatan yang mengalir diujung mataku. Selamanya aku tak akan pernah bisa mengutarakan perasaanku apalagi memperjuangkannya, karena itu akan menjadi dosa besar buatku. Dan aku telah memutuskan untuk memilih merasakan patah hati selama hidupku, daripada merasakan cinta dunia yang sangat semu.

Saat ini, apa yang aku takutkan memang terjadi. Aku menyimpan perasaan pada seorang lelaki yang cukup dekat denganku, dia sangat baik dan sering menolongku. Aku mengenalnya sejak aku memasuki dunia kerja. Sejak pertama kali aku bertemu dengannya aku sudah mulai merasakan hal yang bodoh ini, I'm in love..
Selama ini aku sangat membenci mereka yang punya perasaan berlebih pada seseorang, aku benci pada mereka yang seolah-olah bahagia karena perasaan itu, tapi saat ini aku sedang merasakannya dan aku sangat membenci diriku sendiri. Mengapa aku tak pernah bisa berhenti dan melepaskan ini. Aku Benci!!!

Aku membencinya karena aku tau, aku tak pernah bisa mendapatkan bahkan memperjuangkannya pun aku tak bisa, karena aku tau dengan pasti bagaimana akhir dari kisahku..

Cepat atau Lambat pasti akan Kecewa dan Sakit Hati... THE END

Rabu, 29 Agustus 2012

Siapa yang jawab????


Sudah menjadi rumusan baku bahwa setiap orang yang beriman kepada Allah SWT pasti akan diuji dengan berbagai ujian. Ujian itu akan terus berlangsung hingga teruji dan terbukti mana “Emas” mana “tembaga”. Mana yang “benar-benar beriman” dan mana yang hanya “dusta” saja pernyataan “Imannya”. Ternyata memang banyak yang terhempas diterpa badai musibah, bahkan hingga menghempaskan Iman-nya, dan mulai menikmati penyimpangannya. Tak kuat memegang keimanan disaat-saat penuh krisis dan derita.

[29:2] Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
[29:3] Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.


Rupanya mereka yang terhempas dalam kubangan penyimpangan tersebut “Keimanannya” tidak sampai kedalam hati hanya gumpalan teori dari mulutnya saja. Terbukti ketika musibah datang, yang menjawab bukan “Iman” dalam hatinya tapi mulutnya yang pandai bersilat dan berkilah.

[49:14] Orang-orang arab badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (AL HUJURAAT (KAMAR-KAMAR) ayat 14)

Saudaraku!
Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 214, Allah SWT akan menguji keimanan seseorang dengan tiga ujian, yaitu:
1. Penderitaan -> (pisik)
2. Kemelaratan -> (ekonomi)
3. Goncangan -> (psikologis)

[2:214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Secara kausalitas, ketiga derita tadi bisa datang sebagai kesalahan atau kecerobohan diri tetapi bisa juga sebagai rencana atau makar musuh Islam yang hendak memadamkan cahaya Allah SWT.

[8:30] Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

Tetapi berbahagialah saudaraku!, sebab berbagai ujian itu akan menghantarkan kita ke surga-Nya. Itu semua jika kita sanggup menjawab ujian itu dengan keimanan.

Sungguh, jika derita yang datang sebagai wujud ujian dari Allah ini kita jawab dengan "Keimanan", maka hasilnya akan melahirkan mukmin bermental prima yang menyandang "KESABARAN". Sabar itu adalah kekuatan jiwa yang nampak dari tetapnya ia dalam jalan Fisabilillah bderjuang dan berkarya. Tidak menyerah karena kasus, masalah dan segala kenyataan pahit.
[3:146] Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Tetapi sebaliknya, jika dihadapi bukan dengan Iman, tapi dengan perasaan, maka akan menghempaskan dia di jalan Allah. Merasa beban yang tak kuat ia pikul. Mundur teratur dari barisan hamba Allah yang berjuang demi tegaknya Islam. Patah semangat dan putus asa. Naudzubillah.

Selasa, 28 Agustus 2012

TULI, BISU dan BUTA (Part II)


[2:19] atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

[2:20] Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.


Kaum munafiqun diibaratkan seperti orang yang berada dibawah kucuran hujan kebat. Ini menggambarkan orang yang penuh dengan limpahan PETUNJUK ALLAH berupa wahyu Al-Qur'an (dan Hadits Rasulullah).

Tetapi sikap mereka berhadap hadapan dengan Al-Qur'an. Mereka menghadapi Qur'an bukan untuk diterima secara totalitas sebagai PETUNJUK dari Allah. Dan bukan untuk dijalankan secara 'murni' dan 'konsekwen'. Mereka berhadapan dengan QUR'AN untuk memilah dan memilih mana ayat "yang menurut mereka" masih relevan atau sudah usang, mana ayat yang up to date mana yang sudah kuno, mana ayat yang rasional mana yang irrasional, mana ayat yang sesuai budaya (kultur) mana ayat yang bertabrakan dengan kultur.

Seharusnya Al-Qur'an yang merupakankan rahmat (karunia) Allah itu diterima seluruhnya dan dijalankan secara murni dan konsekwen.Tetapi, Karena penerimaan mereka tidak utuh terhadap AL-QUR'AN, maka mereka memandang bahwa didalam Al-QUR'AN itu ada yang "menguntungkan" ada juga yang "merugikan". Ayat 'yang menguntungkan' diibaratkan kilat yang bisa menerangi jalannya disaat gelap, dan yang merugikan / menakutkan diibaratkan suara gelegar guruh yang memekakan telinganya. Ketika mendengar guruh telinga mereka ditutup rapat oleh jemarinya karena takut mati , tetapi jika ada kilat yang menyinari jalan dikegelapan mereka berjalan dibawah sinarnya.

Kaum munafiqun adalah kaum SEKULER yang memisahkan Islam dengan kehidupan dan negara. Mereka hanya menjadikan syari'at islam itu sebagai aturan yang bersifat individual tidak mengatur kehidupan soaial.

Kaum munafiqun adalah kaum RITUALIS yang menerima aturan Allah dalam konteks ritual (ubudiyyah) sepoerti shalat, shaum, hajji, qurban, aqiqah dll. tetapi setengah-setengah dalam menerima aturan Allah dalam konteks sosial ekonomi (muamalah), atau setengah-setengah dalam meneraima aturan Allah dalam konteks sosial budaya (munakahat) bahkan menolak mentah-mentah aturan Allah dalam konteks sosial politik (jinayah wal khilafah).

Kaum munafiqun adalah kaum MODERAT yang mencoba mengambil jalan tengah (talbis) antara Islam dengan barat atau dengan komunis.

Kaum munafiqun adalah kaum yang KOOPERATIF yang mencoba bersikap lunak dan bekerja sama dengan thaguth agar sebagian ajaran islam bisa dilaksanakan tetapi dia aman dari makar jahat thaguth.

Kaum munafiqun adalah kaum OPORTUNIS yang mencomot sebagian ajaran Islam saja (tidak Kaffah). Dicomot yang dipandang menguntungkan atau tidak merugikan.

Tuli, Bisu dan Buta


Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar) (QS Al-Baqarah : 17-18)


Ketika gelap, maka yang dibutuhkan adalah cahaya agar dapat menerangi jalannya sehingga tidak sesat jalan dan sampai tujuan.

Orang munafiq diibaratkan seperti orang yang sedang menjalani hidup dunia ini yang ‘gelap’. Agar perjalanan hidupnya tidak tersesat dan sampai tujuan, maka dibutuhkan “cahaya hidup” sebagai penerang jalan kehidupan. “Cahaya hidup” itu adalah Al-Qur’an.

Hanya saja sikap munafiq terhadap Al-Qur’an adalah salah. Mereka , menjadikan Al-Qur’an bukan sebagai “penerang jalan”, tetapi “penerang diri”. Diibaratkan orang yang menyalakan obor / lilin ditengah kegelapan, tetapi setelah obor / lilin itu nyala ternyata cahaya lilin itu hanya sanggup menerangi dirinya, sementara jalan hidupnya tetaplah gelap (dihilangkan cahayanya). Beda lagi jika yang dinyalakannya senter bateray, maka cahaya senter itu tidak menerangi tubuh tetapi menerangi jalannya.

Gambaran yang tepat akan sifat busuk kaum munafiqin. Mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai media menuju kesenangan diri (oportunis). Mereka tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai “Hudan” (petunjuk hidupnya) tetapi sebagai komoditas. Mereka tidak mau menjadikan Al-Qur’an sebagai dumber hokum dalam idiologi, politik, ekonomi, social budaha dan HANKAM.

Al-Qur’an dijadikan alat untuk meraih harta, tahta bahkan wanita. Bahkan Al-Qur’an dijadikan dalil untuk menjustifikasi aturan / hukum yang mereka bikin sendiri. Hal ini pernah terjadi pada kaum Yahudi dan Nashrani. Mereka mencampakkan Kitab Allah dan membuat Kitab (aturan / hokum sendiri) tetapi kemudian mereka berkata :”ini dari Allah” (QS 2:75-79).

Mereka mengaku mengimani Kitab Allah (Al-Qur’an) tetapi berhukum dengan hokum Thaguth (QS 4:60). Mereka mengaku beriman kepada Al-Qur’an tetapi enggan berjuang menegakan hokum yang berdasarkan Al-qur’an / syari’at Islam (QS 5:68).


MEREKA ITU TULI, BISU DAN BUTA.

Bego, Tolol dan Stupid! Apa bedanya????


JAHILIYYAH bukan suatu masa kegelapan dimasa lalu. Tetapi suatu masa kegelapan dimana saja selama sistem sosial manusia tidak didasarkan kepada CAHAYA ALLAH
“Jahiliyyah” , bukan hanya milik kaum pada masa Nabi Muhammad saja, tetapi Jahiliyyah ini adalah istilah bagi suatu kondisi yang jauh dari “cahaya” Allah, kapanpun dan dimanapun. Menurut Ibnu Taimiyah seperti yg dikutip oleh Muhammad Qutb jahl itu bermakna “Tidak memiliki atau tidak mengikuti ilmu.” Karena itu orang yg tidak memiliki pengetahuan tentang yg haq adl jahil apalagi kalau tidak mengikuti yg haq itu. Atau tahu yg haq tapi perilakunya bertentangan dgn yg haq meskipun dia sadar atau paham bahwa apa yg dilakukannya memang bertentangan dgn yg haq itu sendiri.

Ada 4 karakter kejahiliyyahan:

YANG PERTAMA:
DZHANNAL JAHILIYYAH (PRASANGKA JAHILIYYAH) 3:154

sekulerisme
Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhdadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata:" Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini? "Katakanlah:" Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah ". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata:" Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini ". Katakanlah:" Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh ". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
QS. Ali Imran (3) : 154

(penjelasan QS 3:154)
Kekalahan dalam perang Uhud menjadi sarana dan kesempatan emas bagi Munafiqin (infiltran dan oportunis) dalam tubuh ummat Islam untuk menebar propaganda sesatnya. Mereka menuduh (dzhan) yang jelek kepada Allah (Dzhan Suu); bahwa perang yang dipimpin Allah dan RasulNya (hasilnya) kalah… jangan-jangan ekonomi juga, jika berdasar kepada Allah dan Rasulnya tidak akan mencapai kemakmuran… begitu pula dalam politik, social, budaya, pendidikan, kesenian, hankam dan lain-lain.

Mereka berprasangka bahwa Allah tidak sanggup mengurus kehidupan manusia (POLEKSOSBUDMILKAM). Oleh karena itu mereka berkata kepada Rasul: “adakah sebagian urusan yang bisa kami urus sendiri” (Hal Lanaa minal Amri Min Syai’in?). Disinilah propaganda sekuler digencarkan kaum oportunis.

Mereka ingin berbagi dengan Allah. Allah mengurus sebagian urusan hidupnya (ritual) sementara mereka (manusia) juga diberikan hak mengatur sebagian kehidupannya (poleksosbudmilkam).

Propaganda mereka dijawab paten oleh Allah: “Katakanlah (Muhammad) kepada mereka: Seluruh Urusan itu semuanya hak allah mengaturnya” (Qul Innal Amra Kullahu Lillah).

Keinginan untuk memisahkan sebagian kehidupan manusia dari pimpinan Allah dan Rasulnya (sekulerisme) inilah yang oleh Allah kemudian disebut dengan istilah: “Dzhannal Jahiliyyah” (prasangka Jahiliyyah).
-----
Negri manapun dan kapanpun yang menerapkan idiologi sekulerisme ini adalah negeri yang “jahiliyyah”

YANG KEDUA:
HUKUM JAHILIYYAH [5:50]


Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?
QS. al-Mai'dah (5) : 50

Sudah bisa dipastikan jika idiologi suatu negeri, adalah idiologi hasil perasan pikiran manusia seperti sekulerisme, maka akan menerapkan hukum (tata aturan) produk pikiran manusia dan menyingkirkan hukum yang bersumber dari wahyu [10:35-36].

Padahal Allah SWT menyatakan bahwa “barangsiapa yang menetapkan hokum tidak berdasar kepada hokum Allah, maka dia itu Kafir, dzalim dan fasiq” [5:44-45-47]. Kenapa?. Karena menetapkan hokum itu hanyalah hak Allah SWT [6:57, 12:40].

Itulah hokum Jahiliyyah.
----
Negri manapun dan kapanpun yang menerapkan hukum yang tidak bersumber dari wahyu, adalah negeri yang “jahiliyyah”

YANG KTIGA:
TABARUJ JAHILIYYAH [5:50]


budaya jahily
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu ...,
(QS. aL-aHZAB 33:33)

Tabaruj Jahiliyyah adalah kejahiliyyahan dalam aspek budaya (Budaya Jahiliyyah). Seperti para Istri Rasul (dalam QS 33;33) diatas dilarang mengikuti tradisi Jahiliyyah dalam bersolek. Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., dari Nabi saw.bersabda, "Kalian akan mengikuti adat tradisi ummat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga sekiranya mereka masuk dalam lubang biawak, [1] niscaya kalian akan mengikutinya juga." Para Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksud itu orang-orang Yahudi dan Nasrani?" Rasulullah menjawab, "Kalau bukan mereka, siapa lagi?"(Bukhari [3456] dan Muslim [2669])

Tradisi Jahiliyyah adalah tradisi bangsa yang berporos pada "ABAANAA" , menerima apa yang sudah ditetapkan oleh "The Founding Father", walaupun apa yang sudah mereka tetapjkan itu tidak berdasar Ilmu dan petunjuk Allah SWT. Firman Allah :"Apabila dikatakan kepada mereka: Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul. Mereka menjawab: Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?"(QS. 5:104)

itulah budaya jahiliyyah
--------------------------
suatu negri yang tetap mempertahankan ide dasar negrinya berdasar apa yang telah ditetapkan oleh para "the Founding Father", walaupun ide dasar tersebut tidak berdasar ilmu Allah adalah negri yang kjahiliyyah.

YANG KEEMPAT :
HAMIYYAH JAHILIYYAH [5:50]

semanagat nasionalisme
Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mumin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat taqwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 48:26)

Ayat ini turun berkenaan dengan perjanjian hudaibiyyah. Pada sa’at perjanjian Hudaibiyah, kaum Musyrikien tidak mau menerima tulisan Bismillah dan Muhammad Rasulullah dalam teks perjanjian itu. Mereka bersikeras bahwa bila mereka menerima tulisan itu tentu saja mereka tidak akan memerangi Rasul dan pengikutnya sebab tulisan tersebut merupa-kan pengakuan risalah Muhammad. Mereka bersikeras membela simbol simbol jahiliyyah demi keangkuhannya. Semangat Membela Lambang, simbol dan nilai nilai jahiliyyah inilah disebut HAMMIYYAH JAHILIYYAH atau Semanagt Nasionalisme.

My Heart..


Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.”[HR. Bukhari-Muslim].

Hati ibarat raja, Raja dalam sistem diri manusia. Baik dan buruknya manusia sangat dipengaruhi oleh kualitas hatinya. Jika hatinya baik akan baik pula seluruh system dirinya, namun jika buruk, buruk pula system dirinya.

Berdasarkan petunjuk QS Al-Baqarah ayat 1-20, hati manusia itu terbagi kepada 3 macam kualitas hati. Pertama: Hati yang bersih (Qalbun salim), Kedua: Hati yang Mati (Qalbun Mayyitun), Ketiga: hati yang berpenyakit (Qalbun Mariedun).
~ Qalbun Salim ~

Qalbun Salim adalah kualitas hati yang hidup dan sehat (tidak berpenyakit hati). Qalbun salim ini milik orang yang beriman dan bertaqwa.

Pemilik Qalbun Salim pasti memiliki jiwa yang sensitif , mudah tergugah jika disebut’ nama Allah, firman Allah: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, (QS. 8:2).

Karena jiwanya yang sensitif jika disebut nama Allah inilah, yang menyebabkan dirinya ridha diatur dengan aturan / undang undang Allah SWT, yaitu Al-Qur’an. Firman Allah SWT: Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. 2:2).

Karena jiwanya dipenuhi Cahaya terang Ilahi, maka jiwanya selalu penuh dengan cinta dan ma’rifat kepada Allah, Taqwa dan tawakkal dalam menempuh karya terbaiknya, optimis dalam menjalani hidup. Selalu syukur ketika mendapat nikmat, dan sabar dalam menerima musibah. Pandai mengatur waktu , husnudzhan kepada Allah dan lain-lainya.


~ Qalbun Mayyitun ~

Qalbun mayyitun adalah kualitas hati yang mati, kaku keras seperti batu. Sejatinya Qalbun Mayyitun ini dimiliki oleh orang kafir, tetapi bisa saja hinggap kepada kaum mukminin.

Pemilik QALBUN MAYYIT ini telah dikunci mati hatinya oleh Allah. Sehingga sudah tidak sanggup lagi menerima peringatan-peringatan wahyu, firman Allah SWT: "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (QS. 2:7)

Qalbun mayyit ini telah membuat pemiliknya menjadi bebal, DINASEHATI dengan Qur’an atau tidak tetap tidak berubah. Jiwanya sudah tidak takut lagi dengan peringatan Al-Qur’an dan tidak tertarik lagi dengan kabar gembira surga.

Seringkali seruan Allah kepada mereka tidak membuat tergetar jiwanya, mereka kerap cuek dengan segala peringatan dan seruan Allah SWT. Firman Allah SWT: ” Dan diantara mereka ada orang yang mendengar (bacaanmu), padahal kami telah meletakkan tutup di atas hati mereka sehingga mereka tidak memahaminya) dan kami letakkan sumbatan di telinganya dan jikalaupun mereka melihat segala tanda kebenaran mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu‘.”[QS. Al-An'am:25].

“(Mereka berkata:) Hati kami tertutup dari ajakan yang kamu serukan kepada kami, dalam telinga kami ada sumbatan, dan diantara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu, sesungguhnya kami bekerja pula.”[QS. Fushilat:5].

Hati yang mati menolak dihukumi dengan hukum wahyu.


~Qalbun Mariedl~

Qalbun Maridl adalah kualitas hati yang penuh penyakit. Sejatinya Qalbun Mayyitun ini dimiliki oleh orang Munafiq, tetapi bisa saja hinggap kepada kaum mukminin.

Sifat sifat pemilik Qalbun Maridl ini diumpamakan Allah seperti dalam QS Al-Baqarah. "Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya. Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat. (QS. 2:17)"

Dikegelapan butuh cahaya. Dinyalakanlah lilin atau obor tujuannya? Tentu agar mendapat cahaya yang akan menerangi jalannya. Tetapi setelah lilin / obor itu nyala, maka yang terang adalah seputar dirinya, sementara jalan yang akan ditempuhnya tetap gelap (dihilangkan cahaya setelah apinya menyala).


Itulah perumpamaan orang munafiq yang memiliki hati yang berpenyakit. Mereka yang sering membaca dan mengkaji wahyu Allah tetapi karena ada penyakit, menyebabkan wahyu yang dipahaminya itu menjadi alat ketenaran, keunggulan, kekayaan dirinya (dirinya bercahaya), tetapi tidak menjadi petunjuk hidupnya (hilang cahanya). "Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)", (QS. 2:18)

Atau diumpamakan seperti dalam QS Al-BAqarah."Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. (QS. 2:19). Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (QS. 2:20)

Dalam hujan yang lebat dan gelap ada guruh dan petir. Guruh menjadi sesuatu yang menakutkan tetapi petir dianggap menguntungkan, karena member penerangan untuk jalan gelapnya.


Itulah perumpamaan orang munafiq yang memiliki hati yang berpenyakit. Mereka menghadapi Al-Qur’an dalam keadaan berhadap-hadapan dengan Al-qur’an, jika menguntungkan diterima jika merugikan ditolaknya. Mereka mengimani sebgaian hukum Allah dan mengkufuri sebagian hukum Allah lainya didalam al-Qur’an. Firman Allah SWT:"Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat." (QS. 2:85)

Pemilik hati mariedl adalah tipe orang yang pragmatis oportunis. Mereka mau menerima Qur'an selama menguntungkan tujuan bisnis atau keserakahan politiknya, tidak menjalankan Qur'an secara murni dan konsekwen.

CINTA ITU... Pengabdian


Mengabdi (Ibadah) kepada Allah Ta’ala adalah “fitrah manusia” Oleh karena itu mengabdi (ibadah) sudah menjadi tugas hidup manusia. Tidak ada perintah dari Allah SWT kepada manusia kecuali agar manusia mengabdi kepada Allah Ta’ala. Firman Allah Ta’ala: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah (mengabdi kepada ) Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya 
mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
 (QS. 98:5)

~ pengertian ibadah ~

Al-Ma’luf dalam kamus Al-Munjid mengatakan bahwa ibadah dari segi bahasa mengandung lima arti: (1) Wahhadahu / MengEsa-kan Allah, (2) Khaddamahu / melayani kehendaknya, (3) Khodla’a Lahu / tunduk patuh berserah diri padanya, (4) Dzalla Alaihi / berendah diri dihadapannya, (5) Tho’a lahu / taat pada perintahnya [Almunjid Fillughah, hlm. 326]

Senada dengan Ma’luf, Raghib Al-Isfahany dalam Mufrodat Alfadz Al-Qur’an mengatakan bahwa: “Ubudiyyah adalah menampakan kerendahdirian. Sementara IBADAH berpangkal dari rasa rendah diri. Karena sesungguhnya Ibadah itu adalkah puncak kerendah dirian, dan hal itu tidak bisa dihaturkan kecuali hanya kepada Pemilik puncak keutamaan yaitu Allah Ta’ala” [Mufrodat, hlm. 42].

Pengertian Ibadah menurut bahasa tersebut kemudian dirangkum oleh Ibnu Katsir yang menyimpulkan bahwa Ibadah kepada Allah itu adalah menghimpun tiga kesempurnaan sikap yaitu: (1) Kamaalul Mahabbah / kesempurnaan rasa cinta kepada allah, (2) Kamaalut Tadzalul / kesempurnaan rasa rendah diri dihadapan Allah, dan (3) Kamaalul Khudlu’ / kesempurnaan ketunduk patuhan kepada perintah dan hukum Allah (Tafsir Al-Qur’anul Adzhiem, jilid 1, hlm. 24).

~ rendah diri dan cinta ~

Nampak secara bahasa, bahwa ibadah itu didasari oleh dua rasa yang utama, yaitu rasa cinta kepada Allah dan rasa rendah diri dihadapan Allah Ta’ala.

Tanpa dua rasa yang utama itu tidaklah mungkin seorang manusia sanggup menjadi hamba Allah. Sebab menjadi hamba Allah berarti menjadi “budak” yang mendapat titah perintah Allah. Bagaimana mungkin manusia mau di ‘titah’ oleh perintah Allah dalam kondisi sebagai ‘budak / hamba’ jika masih ada rasa ‘tinggi diri’ dihadapan Allah.

Rasa ‘tinggi diri’ inilah yang pernah membuat Iblis laknatullah gagal menjadi hamba Allah SWT karena membangkang terhadap perintah / hukum Allah. Ketika Allah memerintahkan untuk sujud kepada Adam AS sebagai penghormatan terhadap kekhilafahan Allah dimuka bumi, Iblis enggan sujud karena ‘tinggi diri’ / sombong. Dengan itu, cukup bagi Allah memvonis Iblis sebagai PEMBANGKANG / Kafir (23:34). Iblis membangkang kepada titah perintah Allah karena merasa ‘tinggi diri’. Ia merasa bahwa pilihan Allah kepada Adam AS itu salah. Ada yang lebih baik ,dan lebih pantas jadi khalifah, daripada Adam AS yaitu dirinya (7:12).

Rasa ‘tinggi diri’ ini juga telah menghinggapi manusia modern’ saat ini dimana hukum-hukum Allah ditolaknya karena tinggi diri’. Manusia tinggi diri’ saat ini malah menganggap ada hukum produk manusia yang lebih baik daripada hukum Allah, sehingga ditolaknya hukum Allah tersebut. Sebagaimana terhadap Iblis, Allah SWT juga memvonis manusia yang menolak hukum Allah dengan vonis keras sebgai PEMBANGKANG / Kafir (5:44,45,47).
Rasa cinta juga adalah dasar dan motivasi orang mengabdi. Ada pepatah: “Man Ahabba Syai’an Abadahu” (barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan mengabdikan diri pada sesuatu yang dicintyainya itu).
Bayangkan jika manusia mentaati Allah Ta’ala tanpa didasari dengan rasa cinta kepada Allah. Pasti menjadi ketaatan yang gersang dan serba terpaksa. Asy-Syahid Imaam Awwal mengingatkan dengan indah: “taat patuh tanpa rasa cinta setia akan merasakan kaku-tegang dan kurus-kering-tandus, laksana suara tanpa irama. Bahkan kadang-kadang terasakan sebagai sesuatu yang keras dan kejam, kasar dan bengis”.
~Taat, tunduk dan patuh~

Kalau rasa rendah diri dan cinta kepada Allah adalah dasar motivasi manusia melakukan pengabdian kepada Allah, maka taat adalah ibadah dalam tataran praktis. Jadi praktek ibadah adalah taat. Taat kepada Allah ta’ala, berarti mentaati perintah / hukum-Nya.

Firman Allah SWT: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 9:31)

Ayat diatas menegaskan bahwa orang Yahudi dan nashrani menyembah ulama’ dan pemimpin mereka (akhbar dan ruhban). Ada dua pertanyaan mendasar dari ayat ini. [1] kenapa ulama dan pemimpin mereka menjadi Arbab (tuhan tandingan Allah)?, [2] apa yang dimaksud menyembah ulama dan pemimpin itu?

Kedua pertanyaan tersebut dapat digambarkan dalam riwayat berikut ini; “Saya mendatangi Rasulullah dengan mengenakan kalung salib dari perak di leherku. Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Adi, lemparkanlah patung itu dari lehermu.” Kemudian saya melemparkannya. Usai saya lakukan, Beliau membaca ayat ini: Ittakhadzû ahbârahum wa ruhbânahum min dûni Allâh, hingga selesai. Saya berkata, “Sesungguhnya kami tidak menyembah mereka.” Beliau bertanya, “Bukankah para pendeta dan rahib itu mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, lalu kalian mengharamkannya; menghalalkan apa yang diharamkan Allah, lalu kalian menghalalkannya.” Aku menjawab, “Memang begitulah.” Beliau bersabda, “Itulah ibadah (penyembahan) mereka kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka.” (HR ath-Thabrani dari Adi Bin Hatim)”.

Para ulama yahudi dan nashrani berani menghalalkan yang diharamkan Allah dan mengharamkan yang dihalalkan Allah. Berarti mereka telah berani membuat hukum sendiri diluar hukum Allah Ta’ala. Padahal hak membuat hukum adalah hak Allah semata sebagai RABB. Menetapkan hukum hanya hak Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia (QS Yusuf [12]: 40)

Al-Quran juga menyebut syurakâ’, sekutu-sekutu atau sesembahan selain-Nya yang membuat aturan bagi kehidupan. Allah Swt. berfirman: Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? (QS al-Syura [42]: 21).

Itulah sebabnya kenapa dalam QS 9:31 ulama dan pemimpin mereka disebut ARBAB (Rabb / Tuhan tandingan Allah). Sebabnya, karena mereka mensabot hak mutlak Allah Ta’ala sebagai satu-satunya Dzat yang berhak membuat hukum.

Ummatnya disebut menyembah ulama’ dan pemimpin karena taat dan mengikuti hukum / aturan yang diproduk mereka.


Menjadi HAMBA ALLAH TA’ALA berarti taat tunduk dan patuh kepada perintah / hukum Allah, tidak kepada hukum yang lainya. Dan ketaatannya tersebut didasari motivasi rasa rendah diri dihadapan Allah dan cinta kepada Allah Ta’ala.

Share