Minggu, 22 Juli 2012

My Sister's Mistery...

Rosa Floriananda

Dia adalah adikku, adik perempuanku satu-satunya. aku sangat menyayanginya, rasanya aku ingin melakukan apapun untuk dia asalkan dia mau tersenyum..
Selama ini aku pikir hubungan kami sangat dekat, aku bisa memahami dia begitu pula sebaliknya, dari dulu kami sering menghabiskan waktu berdua, mengobrol sambil memakan cemilan, kami membicarakan semua hal yang terjadi di sekolah, tentang cowok - cowok yang kami taksir dan saling mengomentari, tentang teman-teman kami, kekesalan kami juga kegembiraan kami. kami saling berbagi, jika salah satu diantara kami membutuhkan bantuan, pasti dibantu.

Tapi itu berlangsung sampai setahun yang lalu..

Ketika dia mulai dekat dengan seorang pria, dia mulai menutup diri dan menjauh. dia sering menangis dan melamun, tak pernah mau menceritakan masalah yang sedang dihadapinya atau apa yang sedang dirasakannya, dia jadi jarang pulang ke rumah dan lebih sering menginap dikosan temannya. aku sering mendapati sms mesra dari pacarnya, dan kalimat-kalimat yang menunjukan bahwa hubungan pacaran mereka sudah sangat jauh. Demi Tuhan, aku sangat sedih dan khawatir. Pikiranku dipenuhi dengan pertanyaan apa sebenarnya yang telah terjadi? apa yang telah dia lakukan? sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya langsung padanya.. dan hasilnya kami bertengkar hebat..

Pertengkaran itu berlangsung tiga hari, sampai dia meminta maaf dan menangis sejadi-jadinya dipangkuanku.. aku memaafkannya dan meminta dia untuk menceritakan semuanya padaku. Tapi, itu tak berlangsung lama, ia kembali menjadi pendiam bahkan sangat diam, dia semakin sering menangis dan akhirnya jatuh sakit. Sakit ringan yang selalu datang dan pergi dalam jarak waktu yang cukup dekat. Aku semakin tak mengerti, dia tak pernah menjawab jika aku bertanya, membuatku semakin berpikir buruk. 

Aku merasa sangat lelah dengan sikapnya dan hubungan kami yang aku rasa sangat tidak nyaman. Aku mulai menyerah.. Mulai berhenti bertanya, mulai berhenti menyelidiki dan mulai tidak peduli seperti dia tidak pernah lagi peduli dengan perhatianku.

Semakin hari semakin aku merasa jauh, dan semakin aku merasa dia sudah berubah.. rasanya aku tak lagi mengenali dia.

Entah pada siapa seharusnya aku marah, aku juga tak tau kepada siapa aku meminta pertanggungjawaban atas apa yang terjadi padanya..

Yang bisa aku lakukan hanyalah berdoa.. dan berdoa.. semoga kejadian ini hanya salah satu episode dari kehidupannya yang akan membuat dia manjadi semakin dewasa dan tegar, menjadi seorang wanita yang kuat dan tangguh serta memiliki keimanan setebal baja dan semangat yang membara untuk membela kebenaran.. dan semoga Allah mengembalikan senyumanmu yang lepas.. 

aamiin..


Tidak ada komentar: